AC : Bukan Untuk Manusia
Bertahun-tahun lalu, saya sering diledek teman-teman, “Tidak bakat kaya!”. Pasalnya, saya selalu tak tahan di ruang ber-air-conditioner atau ber-AC. Saya bukan hanya menggigil karena hembusan pendingin ruangan itu. Kulit saya akan kering dan seperti ditaburi tepung. Kering dan pedih rasanya. Mata saya juga dibikin perih.
Rasa sakit karena tidak bersahabatnya AC tetap terjadi pada saya. Pun, hingga sekarang.
Suatu hari mendekati ujung tahun 2005, saya mendapat kabar, kakak laki-laki saya baru memeriksakan diri karena gejala yang aneh. Tapi diagnosa dokter menyebutkan tidak ada masalah dengan kesehatannya.
“Rasanya, dada seperti ditinju seseorang secara tiba-tiba. Sakit sekali.” Katanya. Gejala itu menguatirkannya dan menyangka ia mendapati gejala serangan jantung.
Beruntung beberapa minggu sebelumnya saya pernah membaca satu artikel kesehatan. “Barangkali, itu yang disebut frozen shoulder,” Kata saya.
Frozen shoulder yang saya maksud sebetulnya sebuah gejala rasa sakit di sekitar dada dan bahu yang memang mirip gejala serangan jantung. Juga mirip dengan ditinju oleh seorang petinju profesional. Sebenarnya, gejala tersebut muncul pada orang-orang yang banyak menghabiskan waktu di ruangan ber-AC atau ber kipas angin, yang sepanjang waktu di ruangan itu arah hembusan AC atau fan, tepat mengarah ke tubuhnya. Kakak laki-laki saya, kemudian mengurangi intensitas penggunaan AC. Meniadakannya sama sekali nyaris tidak mungkin di tengah panas terik kota Jakarta.
Ketika seorang teman kuliah dari program studi yang sama datang menyambangi saya, entah kenapa kami ngobrol tentang AC. Rupanya, dia juga bukan orang yang tahan berada di ruangan beralat pendingin ruangan.
Obrolan kami menyambar materi-materi kuliah yang pernah kami lalui. Terutama tentang pengolahan bahan pangan hasil pertanian. Memang, dijelaskan salah satu teknologi yang sering dimanfaatkan untuk pengolahan hasil pertanian adalah teknologi pendingin. Teknologi ini mutlak digunakan untuk mempertahankan kesegaran produk-produk buah, sayur, daging potong, atau ikan. Untuk tujuan itulah –menurut temanku—alat-alat pendingin seperti lemari pendingin dan air conditioner dibutuhkan.
“Kita manusia, bukan potongan daging atau sayur yang baru dipetik, maka kita tidak membutuhkannya” Kami menemukan jawaban yang sepertinya cukup baik untuk membenarkan ketidak berhasilan kami berdamai dengan AC.
* * *

