October 13, 2005

Prabu Mimpi Mulih

Prabu Mimpi Mulih

 

Prabumulih mendatangiku kemarin siang. Dongeng mendiang nenek menyembul di mangkuk acar tadi malam, di kota tempat mimpiku pernah bersarang. Pondok labu mengukir sendok makan yang menyuapiku cita-cita. Detik berdetak di kalender lama, terbangbersama selembar tiketpesawat suatu selasa. Kenapa tidak Minggu? Prabumulih menggosok punggungku sedari kemarin yang bermatahari penuh tanpa karbon dioksida. Berangkatlah, katanya. Aku sudah berbau selasih, katanya lagi.

 

(Prabumulih, 01-05-2005/11:56:45 pm)

Posted by syamar at 13:15:21 | Permanent Link | Comments (0) |
Comments
Write a comment